Ada pemandangan berbeda di kompleks SDIT MTA Juwiring Jumat pagi ini, tanggal 6 Februari 2026. Sejak pukul 08.00 WIB, keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi kelas 5 dan 6 saat menyambut kedatangan kakak-kakak dari SMA MTA Surakarta.
Bukan sekadar kunjungan biasa, kehadiran mereka merupakan bagian dari Tugas Akhir siswa kelas XII SMA MTA Surakarta. Didampingi oleh Ibu Aisyah selaku guru pembimbing, tim yang terdiri dari 8 siswi hebat—Alia Afifah, Azalia Zahra, Nur Inayah A., Zalfa Medina I., Annisa Tasnim A., Davina Intan D. P., Fathia Z., Halimah Sayida A.,—membawa misi penting: mengedukasi adik-adik tentang fenomena Brainrot.
Mengupas Tren, Menjaga Logika
Di era digital yang serba cepat, istilah brainrot atau penurunan kualitas kognitif akibat konsumsi konten internet yang berlebihan menjadi isu hangat. Dengan gaya bahasa yang santai namun berbobot, kakak-kakak SMA ini memaparkan apa itu brainrot, dampaknya bagi konsentrasi belajar, hingga cara bijak memfilter konten di media sosial.
Kegiatan berlangsung secara efektif di dua lokasi berbeda untuk memastikan pesan tersampaikan dengan baik:
- Ruang Meeting: Menjadi pusat diskusi hangat bagi siswi putri.
- Aula Sekolah: Menjadi arena edukasi yang seru bagi siswa putra.
Antusiasme Hingga Akhir Acara
Selama dua jam, interaksi antara kakak kelas dan adik kelas ini terlihat sangat hidup. Siswa-siswi kelas 5 dan 6 tampak antusias bertanya dan menanggapi materi yang diberikan.
Tepat pukul 10.00 WIB, kegiatan ditutup dengan sesi yang paling dinanti, yaitu foto bersama. Keceriaan tersebut diabadikan dalam bingkai foto yang melibatkan Kepala Sekolah SDIT MTA Juwiring, Ibu Aisyah, kedelapan siswi SMA MTA Surakarta, serta seluruh peserta dari kelas 5 dan 6.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan tugas akhir semata, tetapi juga menjadi jembatan ukhuwah dan transfer ilmu yang bermanfaat bagi masa depan generasi muda MTA.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar